NGAJI POSONAN
Selasa, 18 Agustus 2020
Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Rabu, 12 Agustus 2020
Semangat Sansaqa dan Tempat Kami Mencintai Al-Qur'an
Dengan semangat Sansaqa (Santri Ar-Ridwan Sahabat Al Qur'an), para santri kembali ke pondok demi menggembleng diri mencintai Al Qur'an.
Sebagai pondok pesantren dengan program unggulan Tahfidzul Qur'an, berdekatan dan berproses dengan Al Qur'an tentu hal yang rutin. Setiap hari, para santri Markaz Ridwan Romly Al Maliki nglalar hafalan.
Sejak kegiatan belajar mengajar dimulai kembali pada pekan pertama Agustus 2020 lalu, para santri Ar-Ridwan langsung melakukan drilling wirid dan baca Qur'an. Sebab, libur panjang sangat berpengaruh pada kedekatan para santri terhadap giat nglalar hapalan.
Menjadi penghapal Al Qur'an (hafids) adalah cita-cita yang amat mulia. Tentu bukan sekadar cita-cita urusan dunia, tapi cita-cita berorientasi bekal akhirat. Tak sembarang orang bisa ditakdir menyandangnya.
Mereka yang menyimpan Al-Qur'an di dalam hati (baik sekadar suka membaca apalagi menghafalkannya), niscaya neraka tak berani mendekatinya. Sebuah bukti betapa hormatnya api neraka pada Al-Quran.
Karena itu, mereka yang membaca, apalagi menghafal Al-Qur'an, sudah barang tentu menjadi sosok yang amat spesial. Sosok yang soleh secara ritual sekaligus soleh secara sosial.
Di Markaz Ridwan Romly Al Maliki, para santri belajar Al-Qur'an. Belajar mencintainya. Belajar membacanya dan belajar menghafalkannya. Membaca dan menghafal Al-Qur'an menjadi rutinitas harian di pondok.
Dengan semangat Sansaqa, para santri terus berupaya mencintai dan mempelajari Al-Qur'an.
Para Santri Tak Lupa Berolahraga
Santri Ar-Ridwan taat aturan protokol covid 19, rutin berolahraga dan, tentu saja, terus belajar.
Kegiatan belajar mengajar secara luring yang dilaksanakan di pondok, sudah mulai awal pekan Agustus 2020 ini. Para santri, selain belajar juga punya kewajiban untuk menjaga kesehatan.
Setiap usai pelajaran kelas, sekitar pukul 10 jelang siang, para santri melakukan peregangan dan pemanasan di lapangan pondok. Tentu, dengan tetap mematuhi protokol covid 19 (pakai masker).
Menjaga kebugaran, dilakukan para santri Ar-Ridwan setiap hari pasca belajar di kelas. Para santri pergi ke lapangan untuk berolahraga dan berjemur.
Sabtu, 01 Agustus 2020
Saat Keluarga Besar Markaz Ar-Ridwan Nyate Bareng dan Filosofi di Baliknya
Kegiatan nyate bareng bukan sekadar giat memasak dan maem bareng. Di balik itu semua, ada pelajaran filosofis tentang pengorbanan dan keikhlasan. Berikut ulasan mendalamnya.
Memperingati Idul Adha 1441, hari ini (1/8), Keluarga besar Markaz Ridwan Romly Al Maliki membagikan daging pada masyarakat sekitar lingkungan pesantren. Tak hanya itu, kami juga membakar sate atau nyate bareng di Markaz.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari hingga adzan dhuhur sayup-sayup berkumandang tersebut, cukup menyenangkan. Sebab, hampir semua anggota keluarga Markaz, bisa hadir.
Baik dari keluarga ndalem, para pengurus, para pengajar, dan para alumni. Tentu saja, ini momen amat membahagiakan. Mengingat, sudah beberapa bulan ini, kami semua dirundung sedih akibat tak bisa berjumpa.
Kegiatan nyate bareng, menjadi sejenis tradisi positif yang ada di Markaz Ridwan Romly Al Maliki. Setidaknya, hampir tiap tahun sekali, kami semua rutin berkumpul untuk masak bersama dan bersilaturahmi.
Yang menyenangkan dari tradisi nyate bareng adalah kebersamaannya; etet-etet daging bersama, menyiapkan perkakas bersama, dan menikmati rasa lapar bersama. Urusan rasa masakan, kadang nomor 15. Sebab masakan terlezat adalah rasa lapar.
Filosofi di Balik Nyate Bareng
Nyate atau mbakar sate bersama, sesungguhnya punya makna filosofis yang amat mendalam. Mau dipandang dari sudut kegiatan, atau objek sate itu sendiri, semua tak lepas dari unsur kedalaman filosofi.
Kalau mau ngoceki secara detail dan mendalam, sesungguhnya ada tiga unsur utama pembentuk kegiatan nyate bareng. Pertama: kebersamaan, kedua: proses masak, dan ketiga: sate itu sendiri.
Kebersamaan
Nyate bareng tentu dilakukan bersama-sama. Tak mungkin hanya berdua, apalagi sendirian. Kebersamaan inilah yang menjadi simpul utama kegiatan nyate bareng. Tanpa kebersamaan, nyate bareng hanya sebuah ilusi tanpa benar-benar pernah terjadi.
Kegiatan nyate yang dilakukan bersama-sama, juga melampaui kebutuhan personal. Ia hadir sebagai kebutuhan komunal. Sebagai bukti bahwa senyaman apapun hidup sendiri, lebih tenang jika ada yang menemani. Sebab manusia adalah makhluk sosial.
Proses Masak
Yang tak bisa dipisah dari kegiatan nyate bareng adalah proses masak bersama. Ini penting untuk diketahui. Sebab, saat kita beli sate di penjual sate, meski antrenya bareng-bareng. Namanya bukan nyate bareng. Tapi antre bareng.
Nyate bareng tak hanya ritual makan bersama-sama. Tapi juga masak bersama. Dari proses masak inilah, kita menemui rasa lelah dan rasa lapar bebarengan. Lalu, rasa lelah dan lapar inilah, inti paling utama dalam kegiatan masak bareng.
Tanpa hadirnya rasa lelah dan rasa lapar, seenak apapun masakan, tak akan terasa nikmat. Sebab, secara psikologis, kenikmatan hadir atas respon lelah dan rasa lapar. Ia hadir sebagai wujud kelegaan. Wujud hasil perjuangan.
Filosofi Sate
Disadari atau tidak, sate adalah benda yang mengajarkan kita hakikat keikhlasan. Ia dinanti-nanti, diperbincangkan, dimakan, lalu dijadikan kotoran untuk kemudian dilupakan begitu saja. Meski ia dilupakan, tapi toh sate tak pernah marah dan protes.
Sate mengorbankan dirinya untuk menjadi materi penting dalam konsep metabolisme tubuh manusia. Ia mengenyangkan perut, lalu menyulap dirinya menjadi kotoran, agar tubuh si pemakan sate tetap sehat.
Coba bayangkan, andai sate yang kita makan protes dan tak mau keluar dari tubuh, tentu sistem metabolisme kita terganggu. Tapi sate baik hati. Ia mau keluar dari dalam tubuh, sebagai kotoran. Demi agar kita tetap sehat.
Begitulah, kegiatan nyate bareng yang dilaksanakan keluarga besar Markaz Ridwan Romly Al Maliki, bukan hanya kegiatan masak dan makan-makan belaka, tapi ada pelajaran penting tentang pengorbanan dan keikhlasan di dalamnya.
Menyambut Bahagia Idul Adha 1441
Idul Adha 1441 yang jatuh pada 31 Juli 2020 ini, para pengurus Markaz Ridwan Romly Al Maliki beserta keluarga ndalem, melaksanakan sholat Ied di Masjid Sayyid Abbas Al Maliki.
Khotib sekaligus imam, KH. Tsalis Duha Ridwan, dalam khotbahnya, menyampaikan bahwa tahun ini, kita harus lebih mendekatkan diri pada Allah dan bersabar. Sebab, wabah memang masih menjadi masalah dunia hingga saat ini.
Di hari kurban ini, kita semua tak hanya memperingatinya. Tapi juga merenungi, betapa berartinya makna ikhlas di tengah kehidupan sosial. Bahwa berkurban, tak harus menunggu idul Adha. Baik kurban skala kecil maupun besar.
Berkurban bisa dengan berbagai macam cara. Dilakukan di berbagai tempat. Dan di waktu apa saja. Asal, semua itu berlandaskan rasa ikhlas.
Selasa, 30 Juni 2020
Maklumat Perjumpaan
Tak ada bahagia yang getar harunya melebihi bahagianya perjumpaan, setelah sekian lama tak dipertemukan.
Laju hidup, sesungguhnya serupa gerak bandul pendulum yang mengikuti pola: jumpa - pisah - jumpa - pisah - perjumpaan - perpisahan - perjumpaan -perpisahan, dan selanjutnya dan seterusnya.
Saat bandul berhenti pada momen jumpa, tentu hati sangat bahagia. Sedang saat bandul berhenti pada momen pisah, rasa sedih jelas bakal terasa. Itu wajar karena jarak antara jumpa dan pisah, kerap menyandera kesabaran dalam ruang tunggu.
Seperti yang kita semua tahu, menunggu itu soal yang berat. Sebuah soal yang tak bisa diselesaikan dengan hanya mengalikan massa (m) dan grafitasi (g) saja. Tapi juga harus ditambah dengan sabar.
Dan ruang tunggu itu, akhirnya hampir usai, ketika pemerintah membolehkan santri kembali ke pondok. Di titik inilah, semua akan merasa: tak ada bahagia yang getar harunya melebihi bahagianya perjumpaan, setelah sekian lama tak dipertemukan --- dalam hal apapun.
Sesuai arahan dan petunjuk pemerintah, Markaz Ridwan Romly Al Maliki telah menetapkan jadwal masuk kembali ke Asrama Pondok secara bertahap; dimulai tanggal 15 Juli 2020 sebagaimana jadwal terlampir.
Sebelum datang ke pondok, ada sejumlah kewajiban santri. Di antaranya; memastikan diri dalam keadaan sehat, benar-benar telah melakukan Isolasi Mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari sebelum tanggal kembali ke Pondok. Dan itu dilengkapi bukti surat pernyataan Isolasi Mandiri bermaterai 6000 yang ditandatangani orang tua.
Selain itu, para santri juga menyertakan Surat Keterangan Sehat (bukan ODP/PDP/OTG) dari Kepala Desa atau Puskesmas setempat, untuk diserahkan kepada Khodimul Markaz saat kembali ke Pondok.
Ohya, saat berangkat, diantar langsung orang tua atau wali dengan kendaraan pribadi atau carteran ya, tidak menggunakan kendaraan Angkutan Umum. Jangan lupa memakai masker dan tidak singgah di manapun dalam perjalanan menuju ke Pondok.
Untuk menjaga kesehatan personal, kamu bawa suplemen (Vitamin C atau madu) untuk menambah imunitas tubuh.
Membawa masker minimal 5 buah, handsanitizer, sabun cuci tangan atau peralatan perlindungan sejenisnya.
Untuk santri yang memiliki penyakit penyerta, seperti: hipertensi, diabetes, penyakit jantung, penyakit paru paru untuk sementara waktu tidak diperkenankan kembali ke pondok sampai dinyatakan sembuh oleh dokter.
Semua santri, dihimbau agar tetap istiqomah membaca Qunut Nazilah, Shalawat Tibbil Qulub dan wirid harian yang diberikan pengasuh pondok agar selalu diberi kesehatan oleh Alloh SWT dan agar pandemi ini segera berakhir.
Setelah berada di pondok, akan melakukan Isolasi Mandiri di tempat yang telah disediakan. Selain itu juga mematuhi semua Protokol Kesehatan secara umum (menjaga kebersihan diri, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak bersalaman dll) selama di Asrama Pondok.
Sedangkan kewajiban walisantri, memastikan anak melaksanakan kewajibannya sebagaimana tersebut pada poin-poin di atas dan memberi keterangan yang jujur dan penuh tanggungjawab pada pengurus pondok atas kesehatan anak.
Walisantri juga harus mengantar anak dengan kendaraan pribadi. Atau kendaraan carter. Asal tidak kendaraan umum. Selain itu walisantri tidak diperbolehkan masuk area pondok pesantren. Dan menerapkan protokol kesehatan saat mengantar anaknya.
Ohya, Sans, untuk informasi mengenai masuknya santri baru, akan disampaikan melalui maklumat selanjutnya. Demikian maklumat ini disampaikan, sebagai langkah-langkah pencegahan yang harus dipatuhi dan dilakukan bersama.






