Tampilkan postingan dengan label Khazanah Ar-Ridwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khazanah Ar-Ridwan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 September 2020

Ponpes Ar-Ridwan Al-Maliki Bojonegoro Membawa Semangat Abuya Sayyid Abbas dan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki

Ar-Ridwan Al Maliki Bojonegoro menanamkan spirit dan metode Abuya Sayyid Abbas Alawi Al Maliki dan Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Hasani Al-Maliki dalam mendakwahkan Ahlussunah wal Jamaah di Bojonegoro.

Ponpes Ar-Ridwan Al-Maliki Bojonegoro berpegang pada spirit dan metode Abuya Sayyid Abbas alawi Al maliki dan Abuya Sayyid muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani. Yang mana, beliau berdua merupakan ulama Ahlus Sunnah berpengaruh di Makkah Al mukarromah dan Madinah Al Munawwarah.  

Yayasan Ridwan Romly Al Maliki atau Pondok Pesantren Ar-Ridwan Al maliki Bojonegoro merupakan lembaga pendidikan berbasis pesantren salaf serta sistem moderen yang terdapat di Desa Sukorejo Kecamatan Kota Bojonegoro. 

Pesantren Ar-Ridwan Al Maliki menerapkan kurikulum pendidikan salaf dengan progam unggulan Tahfidzul Qur'an, Diniyah juga fokus pada pendidikan umum dengan SMP plus Ar Ridwan yang mempunyai motto Berakhlaqul Karimah Cerdas dan Qurani dengan manhaj Ahlusunnah wal Jamaah.

Sejak didirikan oleh H. Muhammad Khusairi Ridwan rahimahullah pada 2016, Pondok Pesantren Ar-Ridwan Al Maliki Bojonegoro berpegang dan membawa spirit Abuya Sayyid Abbas alawi Al Maliki dan Abuya Sayyid Muhammad  Al Maliki dalam dakwah yang wasathon, yakni metode Ahlussunah wal Jamaah.  

Pengasuh Markaz Ridwan Romly Al Maliki, KH. Tsalis Duha Ridwan, yang merupakan putra dari H. Muhammad Khusairi Ridwan, merupakan alumni Makkah, tepatnya di Markaz Sayyid Alawy Al Maliki. Ma'had (Ponpes) yang didirikan Abuya As Sayyid Abbas alawi Al Maliki, saudara kandung Sayyid Muhammad Alawy Al maliki yang masyhur di Nusantara dengan sebutan Sayyid Maliki Makkah Al mukarromah. 

Selama sepuluh tahun lebih (dari 2004 hingga 2015), KH. Tsalis Dhuha Ridwan menimba ilmu dan berkhidmah "ngalap berkah"  di Markaz Sayyid Alawi Al maliky Makkah Al mukarromah , dibimbing langsung oleh Abuya Sayyid Abbas --- adik kandung Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani. 

Kini, setelah boyong ke rumah, KH. Tsalis Dhuha Ridwan mengemban amanah abah beliau, H. Muhammad Khusairi Ridwan sekaligus amanah guru beliau, Abuya Sayyid Abbas Al-Maliky dan Abuya Sayyid Muhammad Al Maliky untuk berdakwah. 

Di Markaz Ridwan Romly Al Maliki inilah, saat ini, KH. Tsalis Duha Ridwan melanjutkan estafet thoriqoh (metode) dakwah Abuya Sayyid Abbas dalam membimbing para santri menjadi huffadz Al Qur'an dengan pegangan Ahlussunah. 

Ponpes Ar-Ridwan Al Maliky Bojonegoro membawa sekaligus menanamkan spirit dan metode Abuya Sayyid Abbas alawi Al Maliky dan Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Hasani Al-Maliki dalam mendakwahkan Ahlussunah wal Jamaah di Bojonegoro.


Rabu, 24 Juni 2020

Ujung Tombak Ar-Ridwan Bojonegoro




Ar-Ridwan Official dan tim SansaQa ibarat ujung tombak bagi Arridwan Bojonegoro. Selain mengabarkan, mereka juga mengabadikan sejarah. 

Semangat kami sejenis semangat yang sulit diucap kata dan sulit disimbolkan warna, tapi selalu ada dan terus berganda. Terus membiak dan berkecambah layaknya perasaan cinta.

Arridwan Official adalah gurita semangat yang punya banyak tentakel. Dan tiap tentakelnya saling mendukung satu sama lain. Berkelit-kelindan dan saling menguatkan.

Arridwan Official dan Markaz Ridwan Romly Al-Maliky ibarat bumi dan gravitasi. Serupa rasa dan hati. Jauh atau dekat, keduanya tak punya sekat. Sebab mereka ada karena berdua.

Sabtu, 23 Mei 2020

Pramuka Ar-Ridwan, Memupuk Mental Santri Negarawan




Pramuka membentuk karakter santri bijaksana yang negarawan.

Selain ngaji ilmu agama dan umum, di Pondok Pesantren Ar-Ridwan Bojonegoro, para santri juga bisa ikut giat kepramukaan. Yakni Pramuka Santri Ar-Ridwan (Paswan).

Ust Teguh Muryanto, salah seorang pembina Pramuka Santri Ar-Ridwan menjelaskan, kegiatan Pramuka sangat penting bagi para santri. Alasannya, kegiatan tersebut bisa memupuk jiwa kesatria dan mandiri.

Selain itu, di dalam Pramuka juga sebagai kawah candradimuka seorang anak untuk menjadi sosok berkarakter. Mereka yang tak mudah terombang-ambing oleh zaman yang kian bebas.

Pramuka juga mengajak para pesertanya untuk cinta tanah air. Mengenal dan memahami khazanah kebangsaan secara dekat, melalui tradisi gotong royong dan berjiwa besar.

"Pramuka bisa membentuk karakter seorang anak menjadi negarawan." Kata Ust. Teguh.

Sejauh ini, kegiatan Pramuka Santri Ar-Ridwan sudah berjalan cukup lama. Ada kegiatan rutin dan sesuai momentum. Untuk kegiatan rutin, Kemah silaturahmi santri (kemistri) 6 bulan sekali, Persami, Jambore Kwaran (kwartir ranting) dan Jambore Daerah (kwarda).

Kegiatan Pramuka sendiri, seminggu sekali. Menurut Ust Teguh, Pramuka itu proses menyenangkan. Karena itu, kalau ada buruk dengan pramuka, berarti ada kekeliruan di dalam prosesnya.

" Jika kita sudah tak bahagia dengan proses gerakan Pramuka, maka ada yang salah dengan prosesnya." Kutipnya.


Senin, 04 Mei 2020

Kamilah Wisudawan Teristimewa Sepanjang Sejarah




Kami memang tak sempat merasakan ujian nasional. Kami juga mungkin tak akan melaksanakan wisuda secara meriah. Tapi itu semua tak masalah. Karena kami wisudawan teristimewa sepanjang sejarah. 

Menjadi pelajar angkatan 2019/2020 merupakan sebuah kehormatan tak terkira sekaligus amat langka. Meski sesungguhnya, sempat membuat hati kita semua agak nelangsa juga.

Sejak awal tahun kami belajar secara beruntun, sistematis dan sungguh-sungguh. Sebab dalam waktu dekat, kami akan menghadapi musuh bebuyutan para pelajar nan legendaris, Ujian Akhir Nasional (UAN).

Awalnya kami takut dan grogi. Hal itu wajar karena kakak kelas kami dulu juga merasakan kecemasan yang sama. Karena yang dihadapi bukan ujian biasa. Tapi ujian paripurna yang menentukan segalanya.

Namun, ketelatenan dan kesabaran ustad-ustadzah membuat kami percaya, bahwa semua akan baik-baik saja. Hampir tiap siang hari yang panas hingga sore hari yang sepi, ustad-ustadzah menemani kami belajar.

Kadang ustad-ustadzah tampak mengantuk dan lelah. Kelopak matanya memerah. Tapi beliau selalu bersemangat, agar kami tak lekas menyerah. Hingga pelan-pelan, kami mulai siap menghadapi UAN.

Kami yang awalnya takut, mulai muncul keberanian. Bahkan, persiapan kami melawan UAN sudah teramat matang. Semua keberanian dan strategi telah tersusun rapi di dalam kepala dan hati.

Tapi, persiapan kami yang luar biasa matang itu, tiba-tiba jadi hambar. UAN ditiadakan. Perjuangan mempersiapkan UAN yang sudah matang, gagal dilakukan. Bahkan, UAN resmi dibatalkan karena Corona.

Pada 20-23 April lalu, harusnya kami melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Tapi tidak jadi karena UAN ditiadakan. Ya, kami tak sempat merasakan debar unik menghadapi UAN. Awalnya sedih sih. Tapi lama-kelamaan justru bersyukur.

Ditiadakannya UAN merupakan harapan kakak-kakak kelas kami terdahulu. Karena itu, saat kami menjadi generasi pertama yang sanggup merasakannya, tentu sebuah kehormatan. Kami tak jadi sedih. Tapi bangga karena jadi lulusan istimewa. Paling istimewa di dunia.





Minggu, 03 Mei 2020

Santri Mutolaah, Ngaji Tak Kenal Lelah



Jiwa santri harus selalu menyediakan ruang mengaji di dalam hati. 

Selain meminta para santriwan-santriwati untuk rajin belajar, para ustadz dan Khodimul Markaz (pengurus pondok) Ponpes Ar-Ridwan Bojonegoro juga harus punya mental pembelajar sepanjang hayat.

Meski sudah tidak remaja lagi, dan meski sudah disibukkan dengan kegiatan di luar kesenangan pribadi, mereka yang berjiwa santri selalu punya "ruang ngaji" di dalam hati.

Ruang ngaji dalam hati, maksudnya semacam simpanan rasa semangat untuk terus belajar. Terus melakukan mutolaah (sinau) atas ilmu yang pernah dipelajari, atau atas ilmu yang akan dipelajari.

Begitulah, para santri senior, atau para Khodimul Markaz Ar-Ridwan memanfaatkan momen bulan ramadhan ini dengan tetap melakukan mutolaah dan mengaji.

Sebab, mutolaah dan semangat untuk terus mengaji, bagi para santri amat penting. Ia pendar cahaya yang mampu menjadi suluh dalam lintasan jalan hidup yang dipenuhi potensi kekeliruan.

Pengasuh Ponpes Ar-Ridwan, Kiai Tsalis  nate dawuh, pesan Abuya yang selalu beliau ingat adalah pentingnya mutolaah (sinau). Para santri harus mutolaah dengan berpegang kitab. Itu sangat penting untuk menghindari kepelesetnya lidah.

Mutolaah, dalam hal ini ngaji, menurut dawuh Kiai Tsalis, sebisa mungkin harus berpegang kitab. Ngaji harus pegang kitab. Mutolaah berpegang kitab merupakan metode Abuya Sayyid Abbas yang selalu dipesankan pada para santri.

Kiai Tsalis pernah dipeseni Abuya Sayyid Abbas agar selalu mutolaah menggunakan kitab. Dan Kiai Tsalis berpesan pada kami, Khodimul Markaz, untuk selalu mutolaah. Dan kalau ngaji berpegang kitab, biar tidak keliru.

Menjadi santri yang bersemangat ngaji dan mutolaah punya garis sanad secara langsung dari Abuya Sayyid Abbas. Karena itu, mari bersemangat menjadi santri mutolaah yang selalu ngaji tak kenal lelah.

Sabtu, 02 Mei 2020

Peringatan Maulid Nabi di Pondok Kami Tercinta



Dzikro Maulidur Rosul yang diselenggarakan pondok pesantren Ar-Ridwan teramat hangat nan syahdu. 

Dzikro Maulidur Rosul atau mengingat hari lahir Kanjeng Nabi Muhammad SAW dilaksanakan di pondok pesantren Ar-Ridwan pada 9 Desember kemarin, cukup hangat dan menyejukkan.

Selain para wali santri dan masyarakat sekitar, sejumlah kiai dan tokoh masyarakat hadir dalam acara yang diselenggarakan sejak siang hingga sore hari tersebut.

Dalam acara tersebut, hadir pengasuh pondok pesantren Mazro'atul Fattah, KH. Ma'mun Fattah, Habib Ahmad Al Athos, pengasuh pondok pesantren Baitul Izzah, KH. Abdul Aziz dan juga KH. Abdullah Hasyim dari Ponpes Darut Tauhid Al Hasaniyah Senori Tuban.

KH. Abdullah Hasyim memberikan mauidhoh hasanah sedang KH. Ma'mun Fattah yang juga mertua pengasuh pondok pesantren Ar-Ridwan, KH. Tsalis Duha Ridwan, memimpin Mahalul Qiyam.

Dzikro Maulidur Rosul yang diselenggarakan pondok pesantren Ar-Ridwan teramat hangat. Sebab, rasa cinta pada Kanjeng Nabi Muhammad benar-benar terasa haru dan amat hikmat. Di saat yang sama, juga menyejukkan.

Kehangatan dan kesejukan dirasakan dalam benak para santri, wali santri, guru-guru, tokoh masyarakat, para kiai dan seluruh hadirin-hadirot yang hadir dalam acara tersebut.

Sans, semoga acara Dzikro Maulidur Rosul tahun depan bisa dilaksanakan dengan suasana yang lebih hikmat dan lancar ya. Wah, sudah rindu ingin berjumpa dengan acara Dzikro Maulidur Rosul tahun depan nih.